Selasa, 24 Maret 2015



Jaya Indonesia,jaya Bhinneka Tunggal Ika
Sebagai anak bangsa indoenisa,saya meliahat indonesia bagaikan kapal tua yang berlayar tidak tau arah,arah nya ada hanya nahkoda nya yang tidak bisa membaca,Mungkin dia bisa membaca tetapi tertutup hasrat membabi buta.Indonesia memang seperti kapal tua dengan penumpang berbagai rupa,ada dari sumatra,jawa,kalimantan,sulawesi sampai papua bersatu dalam nusantara.
6 kali sudah kita berganti nahkoda tapi sampai sekarang  masih jauh dengan kata “sejahterah”.
Nahkoda pertama sang proklamator bersama hatta membangun dengan semangat pancasila dan terkenal dikalangan wanita,ia berkata mampu mengguncangkan dunia dengan 10 pemuda,kenapa sampai sekarang yang nyatanya penduduk indonesia lebih dari 10 ribu penduduk tidak bisa apa-apa.
Nahkoda kedua 32 tahun berkuasa datang dengan program PELITA,bapak pembangunan bagi mereka bagi kami tidak ada bedanya. Penumpang bersuara berakhir di penjara hilang dilautan tanpa berita.
Nahkoda ketiga sang wakil yang naik tahta mewarisi pecah belahnya masa orba,belum sempat ia menjelajah samudra ia terhenti di tahun pertama,di banggakan di eropa dipermainkan di indonesia. Jerman dapat ilmu nya tapi di Indonesia hanya dapat antrian panjang nonton filmnya.
Nahkoda selanjutnya diamana banyak skandal-skandal yang terjadi ,di sidang istemewa  tokoh-tokoh reformasi berebut istana.
Nahkoda kelima nahkoda pertama seorang wanita dari tangan ibu nya bendera pusaka tercipta,meski perekonomian mengalami perubahan,namun tidak ada perubahan yang berarti dibidang lain. Hal ini ditamnabah dengan sikapnya yang jarang berkomunikasi dengan masyarakat sehingga dianggap sebagai pemimpin yang “dingin”. Aktivis terorisme meningkat tajam,beberapa  peledakan bom banyak terjadi di Indonesia.
Nahkoda keenam 2 kali pemilu 2 kali disumpah atas nama garuda tapi itu hanya awal cerita,cerita panjang nya terpampang dibanyak media. LAPINDO,MUNIR,CENTURY,HAMBALANG “kami menolak lupa.
Belum lama ini Nahkoda baru kita telah terpilih, akan menjabat selama 5 tahun. Akankah ia yang tau arah tujuan Kapal Tua Indonesia. Pastikan ia yang tau maksud dari “BHINNEKA TUNGGAL IKA” bukan boneka milik Amerika.Pastikan pemimpin yang tau suara kita suara rakyat Indonesia,jangan ada lagi kata sengsara.
Membicarakan tentang Indonesia,indonesia tidak jauh dari kata KORUPSI,bahkan ini sudah ada sejak lama. Setiap hari nya setiap detik nya banyak petinggi petinggi yang berjanji berpihak kepada rakyat,melindungi rakyat entah janji semacam apalagi yang ia ucapkan, tapi hingga detik masi banyak suara rakyat yang diabaikan. Bangsa ini kaya, banyak kekayaan melimpah di negeri ini, namun masih banyak pula rakyat yang kelaparan, untuk makan perhari saja susah, banyak gelandangan di pinggir-pinggir jalan. Sudut-sudut kota selalu penuh dengan gelandangan. Masih Banyak orang berpakaian minim, membawa alat musik entah apa yang seadanya meminta belas kasihan dari para pengendara yang ada. Citra bangsa hancur, wibawa bangsa yang besar dan kaya lenyap begitu saja. Disisi lain para penguasa seolah buta dan tuli, mereka hanya asik berdansa, berjoget, bernyannyi menikmati kemewahan yang didapatinya entah itu darimana sumbernya, halal haram mereka acuhkan, Sungguh biadab. Dimana sekarang juga sedang digemparkan dengan #saveKPK, #savePOLRI, kenapa tidak sibuk ketika rakyat kecil meminta bantuan. “#saveRAKYAT”.
          “Kita ini Negara merdeka tetapi sengsara, kita ini Negara makmur tetapi hancur, kita ini Negara kaya tetapi tidak sejahterah, kita ini Negara santun tetapi masi banyak penyamun, kita ini Negara besar tapi tak kunjung menggelegar”.
Jika kita ini adalah satu garuda,satu negara,satu bangsa, bangsa Indonesia. Kenapa masih banyak anak yang terlantar,anak yang miskin,anak yang kurang pendidikan. Mungkin sebenarnya anak yang kurang pendidikan harus cepat ditangani,agar kelak dia bisa menggantikan para petinggi sekarang yang terlihat seperti orang bodoh yang kurang pendidikan, yang kerjanya hanya berdebat di suatu ruangan,sementara ribuan rakyat diluar sana berteriak memanggil namanya meminta pertolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar